Minggu, 18 Agustus 2013

,

Just Some Cute Things I Can't Resist

Setelah sekian lama vakum... dan inilah yang bisa saya tawarkan kepada pembaca.

    



























stiker ubur-ubur di laptop temen sekelas

dari majalah CatFancy

tas laptop sapi punya temen sekelas


ini kartupos berbentuk dari Jepang, punya temen saya


the cutest banana ever


ini flashdisk lho



lupa ini nemu dimana...


ini juga lupa nemu dimana...


stiker laptop temen KKN


celengan punya anak-anak setempat


nemu di Giant Pekanbaru


Sebenernya saya nggak tahan sama benda-benda imut, semacam anak bebek, atau anak ayam, atau anak cowok yang ganteng...

Sekian.

Nanti saya akan pos sesuatu yang lebih berguna dari ini.

Ciao!


-masih KKN di desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Bantul, DIY.
Continue reading Just Some Cute Things I Can't Resist

Minggu, 21 April 2013

Selasa, 26 Maret 2013

Tissue (tisu, bukan jaringan)


Entah kenapa, saya nggak pernah tahu sebab saya menangis. Saya pikir, saya kesal di kampus, lalu saya marah, lalu saya meluapkannya dengan menangis. Saya pikir, saya stres ngerjain praktikum, lalu saya kesal, lalu saya marah, lalu saya menangis. Saya pikir, saya tertekan di kampus, lalu kesal, marah, lalu menangis. Saya pikir, saya terlalu banyak memikirkan cowok yang saya suka yang sudah punya pacar itu, lalu kesal, marah, dan menangis. Saya pikir, terlalu banyak orang yang nyuekin saya sampai saya sebal, marah, dan nangis.

Saya pikir, terlalu banyak orang yang tidak bisa menghargai saya – terutama sebagai teman dan perempuan. Saya rindu teman-teman saya di SMA, yang begitu respek pada saya apapun yang terjadi.

Yah, bukannya disini tidak ada sama sekali. Ada, hanya segelintir, teman-teman yang saya sayangi, dan sayang balik sama saya. Ada. Tapi ya hanya segelintir itu. Tidak banyak.

Kemarin malam, saya mimpi kembali ke SMA. Bukan kembali, lebih tepatnya, berkunjung. Dengan teman-teman sekelas saya dulu, janjian mengenakan baju seragam biru donker dengan dasi polkadot yang dulu sangat dibanggakan. Berkumpul di sekolah, tertawa-tawa, saling tukar kabar. Beberapa sudah ada yang punya bayi. Namanya juga mimpi, penuh hal-hal absurd. Tapi seru. Dan mendadak saya kangen mereka.

Dan, cowok-cowoknya. Cowok-cowok teman saya, teman seangkatan, teman sekelas, semuanya. Cowok yang beneran cowok. Saya kangen cowok! Susah sekali mencari cowok gentle disini. Serius, susah sekali. Kebanyakan cowok yang saya kenal disini orangnya tidak peka, dan cuma mau membantu teman-teman dekatnya saja. Ini betul-betul nyindir – saya capek sekali melihat tingkah laku cowok-cowok disini. Temen ceweknya kesulitan kok ya nggak ditolong. Apa karena bukan temen main yang biasa, makanya dibiarin?

Cewek-ceweknya malah menurut saya lebih kuat dan lebih gentle daripada cowok. Ada temennya keujanan ditawarin payung, ditarik mundur sebelum nyebrang jalan karena ada mobil kenceng lewat, ada temennya susah ngebur model gigi pake bur gede dibantuin, pokoknya susah-senang bareng-bareng, ditolongin... mana ada, coba, cowok yang kayak gitu...

Itu tadi, saya rindu dihargai.

Saya rindu rumah, juga.

Rasanya campur-campur. Tapi seminggu ini saya cukup sering nangis tanpa tahu alasannya. Padahal, kan katanya perempuan nggak boleh nangis buat sesuatu yang sia-sia, kan? Apalagi nangisin cowok yang bahkan nggak bener-bener kita sayang.

Jadi, kesimpulannya, sediakan saja kotak tisu besar untuk ulang tahun saya sabtu ini, niscaya akan sangat berguna...
Continue reading Tissue (tisu, bukan jaringan)

Rabu, 27 Februari 2013

, , ,

Rain, Caffeine, dan Satria

Sambil Tuhan Yang Maha Esa menurunkan hujan yang menderas tiba-tiba di sore ini, sambil aku berpikir. Tentang hujan, tentang gimana cara pulang, tentang pikiran menembus hujan tanpa jas hujan, dan tentang menunggu hujan sampai reda. 
Dan, tentang novel-novelku yang tidak pernah selesai. 
Ada satu adegan hujan di dalamnya - Maya dan Satria menunggu hujan bersama. Kemudian ada Raga, Fazzie, dan teman-temannya. Pulang duluan, ya! Kata mereka. Maya dan Satria mengangguk, pada orang-orang yang berbeda. Kemudian mereka tinggal berdua, berdiri, berteduh. Awkward. Tanpa saling tahu perasaan satu sama lain. Hanya tahu perasaan masing-masing - Maya; (mungkin) senang dan bersalah, Satria; (mungkin) biasa saja dan tidak peduli. 
Tidak pernah ada yang tahu - karena si penulis juga tidak pernah menceritakannya. Maya hanya tahu, Satria itu hujan. Selamanya.

* * *

"you bad to me, so bad to me."
Seperti yang dinyanyikan Yoseob di lagunya, Caffeine. 
Akhir-akhir ini Maya sering merenung sendiri, tentang betapa "buruk"nya pengaruh Satria di kehidupannya. Bukannya Maya menyalahkan Satria, tidak. Maya malah senang bisa menyukai Satria, hanya saja situasinya tidak pas. 
Dan ini juga tidak berarti menyalahkan situasi. 
Tidak ada yang salah dengan menyukai Satria. Cuma, yah, keadaan itu membuat hidup Maya, sedikit banyak, berubah. Berubah menjadi "buruk" karena Maya bolak-balik menangis, mempertanyakan. Bolak-balik curhat pada teman paling dekat, Oki, yang, Maya pikir, kebosanan mendengarnya. Setiap hari Satria. Apa-apa Satria. Bagaimana Oki tidak bosan? 
Maka Maya mulai berpikir untuk mulai menyimpan semuanya sendirian, setelah meminta maaf pada Oki, dan meminta Oki berjanji tidak menceritakan pada orang lain. 
Cukup Maya saja yang hidupnya rusak...

* * *

Sebenarnya sedang dalam kondisi sangat tidak bisa menulis apapun, hanya saja mendadak ingin bicara pada diri sendiri petang ini. 
Dan, sebagian besar karena, ingin dibaca. Penulis menulis karena ingin dibaca - tambahan, kalau saya sih, ingin lebih dihargai. Itu saja. 
Akhir-akhir ini sedang cukup sulit karena mulai sibuk-sibuk lagi, tapi berharap saja semuanya lancar sampai akhir. 
Sebenarnya harapan ini tidak cuma untuk kuliah dan praktikum. Tapi juga tulisan saya. Iya, si Maya dan Satria (dan, Raga!) yang sudah lewat hampir dua semester tidak selesai-selesai. Saya bingung. Bagaimana cara mengakhirinya? Saya tanpa sadar sudah terlalu jatuh cinta pada tokoh Satria hingga tak tega membuat cerita-cerita sedih lagi. Bahkan rasanya saya mengabaikan nasib Maya si tokoh utama, saking cintanya saya pada Satria. 
Ah, si Satria memang cuma khayalan, tapi dia hidup begitu nyata di imajinasi saya. 
Seandainya tokoh Satria muncul di dunia nyata, saya pun akan mencintainya tanpa ragu lagi. Hidup Satria!

* * *

(dari kumpulan notes Facebook)
Continue reading Rain, Caffeine, dan Satria

Senin, 04 Februari 2013

, , ,

Missing You

*BGM: Missing You by G-Dragon ft. Kim Yun Ah of Jaurim*


Pernah nggak kalian merasa kangen?

Oke nggak usah dijawab, bukan itu pertanyaannya, itu cuma basa-basi.

Saya lagi kangen banget nulis-nulis. Nulis cerita apa saja, nulis opini, nulis... apa saja. Kangen.

Dulu pas SMA, bisa lho saya nulis cerpen dalam waktu 3 jam. Bayangin, tiga jam, dan sekarang waktu tiga jam rasanya lama banget buat dipake praktikum.

Ah, saya pengen banget bisa nulis lagi, nggak sebatas curhat cuma segini di blog.

See? Betapa saya pengen nangis karena postingan saya di blog akhir-akhir ini pendek sekali.

Ingin sekali menulis, tapi tidak tahu bagaimana caranya.

Orang bilang 'ingin' tidak akan membawamu kemana-mana.

Tapi apa sih yang bisa saya lakukan? Ya saya cuma bisa bilang pengen, pengen, pengen, tapi nggak pernah bisa, karena banyak hal, terlalu banyak hal, yang harus saya perbuat disamping itu. Prioritas.

Hal-hal yang seharusnya dipikirkan.

Akhir-akhir ini saya takut sekali.
Continue reading Missing You

Kamis, 24 Januari 2013

, , , , ,

Baru Niat Posting

Festival Komik Nasional!
With Tita and Ufi.

maskot FKN 2012

lihat si buta dari gua hantu? mirip sunggyu... -____-"





I found this baby very cute



Tita: "TIQ, HARUS BACA INI"

mother nature









pursuit of happiness


GANTENG YA



in love with this picture!!



remembering Coraline...


with mbak SYS, penulis Sang Sayur

komiknya lucu! and the postcard is soooooo cute!!


Acaranya tahun 2012, bulan Desember, tapi baru ngepost bulan Januari 2013... -__-"
Continue reading Baru Niat Posting

Senin, 21 Januari 2013

,

Wheezing


Wheezing (bunyi ngiik) menunjukkan adanya obstruksi bronkus.
–DSC Bedah Mulut II Semester 5

Nama lainnya, mengi. Biasanya terjadi pada penderita asma. Bukan biasanya sih, sering. Tapi nggak menutup kemungkinan terjadi pada orang sehat sekalipun... yah mestinya kalau dia mengi, berarti dia nggak sehat. Sudahlah.

Continue reading Wheezing

Senin, 07 Januari 2013

, ,

Galau Akademik (Edisi Pas Ujian)


Hari ini selagi mengerjakan ujian Ilmu Penyakit Mata yang menggalaukan, saya kepikiran hal-hal yang membuat galau waktu ngerjain soal ujian.

Galau pas ujian #1: soal pilihan ganda yang benar-benar ganda. Pilihan E: semua jawaban di atas benar. Atau pilihan C: jawaban A dan B benar. Dan semacamnya. Meragukan.

Galau pas ujian #2: habis baca soal. Lihat list jawaban. Ngerasa pernah baca, tapi lupa. Bener-bener lupa sampe pengawas bilang waktu tinggal 10 menit. Akhirnya jawab ngasal. Sebel sendiri.

Galau pas ujian #3: begitu balik lembar soal, baca soal pertama, nggak bisa, dilewat. Baca soal kedua, nggak bisa, dilewat. Baca soal ketiga, nggak bisa, dilewat. Membalik-balik soal nyari pertanyaan yang lebih layak untuk dikerjakan. Bingung duluan.

Galau pas ujian #4: soal benar/salah atau sebab/akibat. Sebenarnya menggalaukan kalau kalimatnya dibalik-balik. Lebih bikin galau adalah soal sebab/akibat, apalagi kalau nggak tau akibatnya bener atau salah.

Galau pas ujian #5: paling bikin galau adalah soal 1 2 3 4... nggak perlu dijelasin, kan?

Galau pas ujian #6: selesai ngerjain soal-soal yang bisa dikerjain. Ngelamun, mainin pulpen, mengamati pemandangan, goyang-goyang kaki, mainin rambut, nyanyi-nyanyi (dalam hati!). Tau-tau pengawas bilang “5 menit lagi” dan begitu balik soal ternyata sisa soal yang belum dikerjain masih 20 soal lagi.

Galau pas ujian #7: nggak bisa ngerjain soal sama sekali (dan memilih untuk tidak menyontek). Udah fix banget jawaban ngasal dan pasrah pada hasil. Tinggal berdoa.

Galau pas ujian #8: soal essay di kertas folio bergaris. Rasanya sudah menuliskan semuanya di halaman pertama folio, tapi masih berpikir apa yang kurang, ketika kemudian mata menangkap pemandangan teman sebelah menulis dengan cepat dan memenuhi satu halaman folio... di halaman sebaliknya. Intimidatif.

Galau pas ujian #9: lagi-lagi tentang soal essay di kertas folio bergaris. Teman-teman maju untuk meminta kertas tambahan. Ini juga intimidatif. Mereka nulis apa aja, sih???

Biasanya selepas ujian, saya tidak berminat mendiskusikan soal ujian dan pulang lebih awal daripada orang-orang lain.

Yah, intinya, untuk menghindari galau pas ujian ini, harusnya kita belajar banget-banget-banget ya. Biar nggak galau... dan berlanjut ke galau pas buka portal akademik. Huf.

Selamat UAS, semuanya (yang baru mulai UAS). Selamat liburan (yang sudah UAS dan libur).  
Continue reading Galau Akademik (Edisi Pas Ujian)

Minggu, 06 Januari 2013

, ,

Maya (and Me)


“Maya itu selalu sedih, ya?”

Gitu komentar temen saya tentang cerita si Maya yang saya post di blog. Tambahnya lagi, “meski udah ada Raga yang bikin Maya seneng, tapi entah kenapa aku ngeliatnya Maya itu sedih... auranya.”

Hehehe... saya juga tidak pernah menyangka kalau karakter Maya yang saya bikin itu bakal terlihat sedih dan suram di bayangan orang-orang yang membaca ceritanya. Perasaan saya bikin kehidupan Maya itu oke-oke saja, punya sahabat dari kecil bernama Oki yang selalu ada, punya adik kelas cantik bernama Hannah, punya pacar yang selalu membahagiakan bernama Raga, hanya saja... hubungannya dengan Satria tidak dapat dijelaskan.
Continue reading Maya (and Me)

Kamis, 27 Desember 2012

, ,

Sketches From Friends

Teman saya yang jago gambar dan suka mengkhayal, Tita, menggambarkan Maya dan Raga dalam sebuah gambar di kertas putih:

Maya (yang malu-malu) dan Raga (yang ceria) dalam scene My Mood Booster ,
Raga mengajak Maya ke Ice Castle

 Tita juga menggambarkan L buat saya:




Seorang anak kecil berusia 5-6 tahun (saya lupa persisnya) bernama Jihan, pemilik warung makan biasanya saya dan Tita nongkrong sampe sore, menggambarkan saya.

gambarnya Jihan. saya kelihatan seperti Sailor Moon?

Jihan. Cantik!


Seneng deh kalo bisa nggambar...

BTW, saya juga ingin sekali meneruskan cerita si Maya. Kasihan dia saya gantung ceritanya.

Nanti deh kalau saya sudah agak mendingan :))
Continue reading Sketches From Friends